Inilah 3 tujuan traveling penyembuh patah hati

Inilah 3 tujuan traveling penyembuh patah hati

Banyak di antara penderitanya melarikan diri sejenak dan larut dalam perjalanan. Melarikan diri dari kegiatan sehari-hari tidak selamanya buruk. Ada masanya Anda harus beristirahat dan menenangkan diri sejenak. Terlebih saat hati sedang luka, menjelajah tempat baru yang indah akan membantu Anda merasa lebih baik.

Patah hati memang tidak mengenal tempat dan waktu. Banyak di antara penderitanya melarikan diri sejenak dan larut dalam perjalanan penyembuhan luka. Inilah 3 destinasi yang bisa membuat Anda menenangkan diri dan penyembuh patah hati yang bisa dijadikan alternatif Anda.


1. Pulau Weh, NAD


Coba bayangkan Anda berada di sudut paling barat Indonesia. Terpencil? Sudah pasti iya. Tapi terpencilnya Pulau Weh bukan berarti Anda tidak bisa melakukan apa-apa. Meski terlihat sangat kecil di peta, Pulau Weh punya banyak destinasi dan potensi wisata yang besar. Terlebih lagi, Pulau Weh siap menampung siapa pun yang patah hati.

Pelabuhan Sabang siap menyambut Anda dengan laut warna biru tua dan kapal-kapal feri yang berjajar rapi di dermaga. Mulai dari sini, jangan sekali-kali melepas kamera Anda. Akan ada banyak tempat yang patut diabadikan kecantikannya!

Bukan masalah bila Anda berkeliling Pulau Weh sendirian. Anda bisa menyewa mobil, atau bergabung dengan warga lokal naik angkutan umum serupa angkot. Tak heran kalau Anda akan menemukan betapa Pulau Weh ternyata luas! Namun di tiap pesisir pulau yang luas itu, terbentang pantai dengan panorama memukau. Ada pasir putih, cokelat, hingga hitam hasil aktivitas vulkanis.

Berlarilah dan berteriaklah sepanjang Pantai Sumur Tiga yang sangat cantik pun sepi. Berenang dan berbincanglah dengan turis mancanegara yang banyak menginap di Pantai Gapang. Menginaplah di salah satu losmen di Pantai Iboih, yang sekaligus jadi pelabuhan menuju Pulau Rubiah.

Malam harinya, jangan lupa cicipi Mie Aceh yang tersohor kelezatannya. Beristirahatlah untuk menyambut matahari pagi nan cemerlang, dan bersiaplah untuk bertemu Ikan Macan dan Ikan Kakatua di sekitaran Pulau Rubiah. Setelah melakukan semuanya, Pulau Weh akan membuat Anda tersenyum ketika pulang!



2. Pantai Mekaki, Lombok


Tepis pikiran Anda dari Pantai Senggigi atau 3 Gili saat mendengar kata Lombok. Sebagai salah satu gudang pantai cantik di Indonesia Timur, Lombok pun memiliki banyak pantai sepi. Tak hanya sepi dari pengunjung, namun juga sepi dari masyarakat setempat. Untuk mendapat sesuatu yang indah memang butuh perjuangan yang panjang, begitu juga dengan bertemu Pantai Mekaki di Lombok barat. Namun, di sanalah letak penyembuhan hati.

Jalan yang panjang, berkelok dan berundak akan Anda tempuh untuk menuju pantai ini. Anda akan melewati Mataram yang hiruk-pikuk dan menemui jalan aspal kecil yang hanya pas untuk dua mobil. Pilihlah rute gunung untuk merasakan perjalanan yang lebih menantang. Jika suka pantai, Anda bisa menelusuri rute pantai.

Bukit terjal, hutan bambu, pantai cantik dan pedesaan kecil akan Anda lewati. Biarkan angin menerpa wajah, sementara itu, biarkan juga pikiran Anda melanglang buana. Sesampainya di Pantai Mekaki, bebaskan diri Anda sebebas-bebasnya. Tak perlu kuatir, Anda takkan menemukan penjual di tepi pantai, atau nelayan yang sedang melaut. Pantai cantik ini sungguh sepi, seakan menunggu Anda menumpahkan semua kegalauan.

Anda bisa duduk di pasir nan putih dan membiarkan kaki Anda dijilati ombak biru. Selagi menikmati alam, bebaskan semua beban Anda. Sesali apa yang perlu disesali namun jangan terjebak di dalamnya. Bergulinglah di pantai sepuasnya, berenanglah hingga lelah, berlarilah sampai kehabisan nafas. Di sana hanya ada Anda dan pantai, nikmatilah waktu curhat dengan alam, sepuasnya.

 

3. Kawasan Malioboro, Yogyakarta


Meski terlihat biasa saja, Jalan Malioboro di Yogyakarta memiliki banyak obat penyembuh patah hati. Deretan toko bisa membuat Anda sibuk menjelajahinya sepanjang hari. Jika belum lelah, Anda bisa menikmati para seniman yang sering mengadakan pameran di sepanjang jalan. Jalan ini akan semakin ramai saat menjelang akhir pekan. Anda bisa ikut terlarut di dalamnya dan menghabiskan tenaga di sana. Sehingga saat sampai penginapan, Anda bisa langsung tidur dan melewatkan momen berbincang dengan pikiran dan masa lalu.

Tak senang dengan keramaian? Malioboro bisa jadi tujuan anggun di waktu-waktu tertentu. Keluarlah pada lewat tengah malam. Sapalah langit pekat yang dihias pendar lampu jalan. Tapaki aspal sepi yang hanya diisi para tuna wisma atau pencari nafkah yang masih giat mencari uang.

Atau, bangunlah pagi-pagi sekali dan jadilah saksi menggeliatnya Pasar Beringharjo. Anda bisa duduk di tepi trotoar dan menunggu masyarakat datang memenuhi bagian depan pasar untuk menikmati sarapan dengan bincang ringan. Tak perlu mengerti bahasa daerah di sana, melihat kilas senyum atau pandang jenaka orang-orang di sana pun sudah bisa mengobati patah hati.

Share This Post

Post Comment