Review Logitech 502 Raja Baru Mouse Gaming Kelas Menengah

Review Logitech 502 Raja Baru Mouse Gaming Kelas Menengah

access_time07 September 2014 1185 chat_bubble_outline0 comments

Gaming mouse adalah sebuah industri yang cukup besar, dan ketika kamu mencoba untuk membeli sebuah gaming mouse maka kamu akan dikejutkan dengan banyaknya merek gaming mouse yang tersedia. Mulai dari Roccat, A4Tech, Razer, Steel Series, Corsair, sampai dengan Mad Catz dengan desainnya yang terlihat seperti mouse yang dibuat oleh Alien.

Di sinilah tantangan yang sebenarnya dimulai. Memilih satu dari ratusan mouse yang tersedia bisa menjadi sesuatu yang sangat menyita waktu dan membingunkan. Memang budget dan merek dapat langsung membantu kamu memutuskan, namun saya menemukan sekitar 12 mouse yang berada dikisaran budget saya dan mereka semua terlihat oke. Pada akhirnya pilihan saya jatuh kepada Logitech 502. Keputusan saya ini sebenarnya hasil dari sedikit kefrustrasian mencari, saya putuskan bahwa membeli merek Logitech yang sudah beredar lebih dari 30 tahun ini lebih aman dibanding dengan mouse lainnya. Untungnya keputusan saya ini terbilang tepat karena Logitech 502 adalah mouse yang cocok digunakan untuk semua kebutuhan, gaming dan penggunaan sehari-hari.

Logitech 502 Top View

Logitech 502 datang dengan sebuah kotak yang sangat sederhana dan kecil. Di dalamnya kamu akan menemukan satu unit mouse, besi pemberat, dan juga buku panduan kecil. Terus terang saya mengharapkan lebih setelah membayar sekitar Rp 700.000, namun itu tidak menyurutkan niat saya untuk langsung mencobanya.

Logitech 502 dilengkapi dengan braided cable sepanjang 1,8 meter yang sebenarnya bisa dibilang lebih pendek dari beberapa mouse gaming lainnya. Namun karena saya menggunakannya dengan Mac maka sebenarnya 1,8 meter ini juga sudah terlalu panjang. Kabelnya sendiri terbilang cukup tebal dengan kepangan benang kecil dan halus yang membalut kabel inti di dalamnya. Walaupun terlihat mewah namun jenis braided cable dengan benang kecil seperti ini akan mudah rusak terutama jika tersangkut sesuatu. Dan jika ujung meja (siku) kamu cukup tajam maka dalam beberapa bulan braided cable ini sudah pasti akan mulai rusak dan terpecah-pecah. Tapi kamu selalu dapat melapisi siku meja komputer kamu dengan sellotape sehingga masalah terpecahkan.

Hal pertama yang kamu sadari dengan memandang Logitech 502 adalah kesan futuristik namun tidak norak. Permainan warna hitam dan biru membuatnya lebih elegan. Begitu tangan kamu memegang mouse ini maka kamu akan langsung menyadari bahwa mouse ini tidak terlalu lebar dan saya bisa membayangkan bahwa gamer dengan tangan besar tidak akan merasa nyaman. Ukuran tangan saya bisa disebut sebagai sedang dan jika saja Logitech 502 sedikit lebih lebar maka mouse ini akan jauh lebih enak untuk digunakan.

Thumb rest yang berada di sisi kiri juga terasa kurang berguna karena untuk menggunakan mouse yang ramping ini saya harus sedikit menggunakan posisi claw (bayangkan kamu ingin mencakar seseorang dengan hanya 3 jari), ini membuat ibu jari miring sekitar 30 derajat sedangkan bentuk thumb rest rata dengan permukaan sehingga hanya sebagian dari jempol yang bisa ‘beristirahat’. Datang dengan thumb rest yang berada di sebelah kiri, berarti Logitech tidak dapat digunakan oleh gamer kidal.

 

Pada awalnya saya sedikit terintimidasi dengan begitu banyak tombol yang ada di sebelah kiri namun lama-lama saya terbiasa. Tombol back/forward ditempatkan pada posisi yang mudah dijangkau oleh jempol dan memiliki kemiringan terbalik sehingga kamu bisa melakukan swipe jempol ke atas untuk menekan tombol ini. Tempat di samping tombol utama mouse juga terdapat dua tombol besar yang kamu dapat atur sendiri kegunaannya. Walaupun bersampingan dengan tombol utama (left click) namun saya tidak pernah mengalami ‘kecelakaan’ dalam melakukan click. Posisinya tidak terlalu mudah dijangkau dan membutuhkan sedikit usaha lebih sehingga yang namanya kecelakaan.

Tepat di depan jempol kamu beristirahat terdapat satu tombol lagi yang dapat ditekan tanpa membutuhkan jempol bergerak sama sekali. Namun karena letaknya sangat dekat dengan jempol maka sering sekali tertekan, terutama pada saat awal penggunaan. Apalagi ketika bermain Dota 2 dan membutuhkan gripping kuat, tangan akan mulai menekan mouse lebih kuat dan tombol ini akan ikut tertekan. Ini memang bisa diakali dengan cara memegang mouse sedikit lebih jauh (ke arah luar) namun tidak terasa alami bagi saya. Memegang mouse sedikit lebih jauh juga ternyata memperbaiki masalah thumb rest karena seluruh jempol sekarang dapat beristirahat sepenuhnya. Namun sekali lagi, penggunaan seperti ini sedikit tidak terasa alami.

Di bagian tengah mouse kamu akan menemukan wheel mouse (tentu saja) dengan dua tombol ekstra. Satu tombol mekanik dan satu tombol yang bisa kamu ubah menjadi apapun yang kamu mau. Tombol mekanik ini terbilang unik bagi saya yang tidak pernah menggunakan mouse gaming Logitech, karena begitu ditekan scroll wheel menjadi sangat mudah berputar tanpa tahanan sama sekali. Tekan sekali lagi dan scroll wheel kembali normal dengan tahanan setiap kamu melakukan scrolling. Free scrolling (tanpa tahanan) sangat berguna ketika melakukan browsing panjang dan ingin kembali ke atas dengan cepat.

Logitech 502 Front Page

Menyangkut performa saya senang melaporkan bahwa Logitech 502 bekerja dengan sangat baik. Mouse yang satu ini terbilang akurat dan saya tidak menemukan adanya acceleration yang berlebihan. Ini berarti jika saya menggerakkan Logitech 502 dari titik A ke B secara perlahan maka hasilnya akan sama jika saya lakukan dengan cepat. Jadi jika kita sudah terbiasa bermain dan melatih muscle memory kita, maka mouse ini dapat mengulanginya tanpa margin error yang besar.

Lewat software yang diberikan kamu dapat mengatur berbagai tombol yang ada di mouse untuk melakukan apapun yang kamu inginkan seperti F1 – F12 atau macro yang kamu rekam sendiri. Software yang disertakan terbilang mudah digunakan dan penuh dengan fitur. Fitur yang saya suka adalah shift button di mana ketika kamu menahan tombol yang berada di dekat jempol maka seluruh fungsi mouse berubah. Dengan begini 4 tombol bisa berubah menjadi 8 tombol hanya dengan menahan tombol shift. Selain itu kamu juga dapat mengatur DPI dengan slider sampai kesatuan yang terkecil yaitu 1. Jadi kamu bebas menentukan berapa banyak tingkat DPI (maksimal 5) yang kamu mau dan berapa besarnya.

Logitech 502 Software

Salah satu alasan mengapa harus membeli Logitech 502 adalah karena Logitech menyediakan software untuk windows dan juga OSX, keduanya berjalan dengan sempurna. Logitech 502 mempunyai memory di dalam mouse sehingga setting kamu akan aman digunakan di komputer lain tanpa harus melakukan konfigurasi ulang, pada mode ini kamu terbatas menyimpan 3 buah profile. Namun jika kamu memilih untuk menyimpan setting di komputer maka kamu bebas membuat profile sebanyak yang kamu mau.

Fitur yang menjadi salah satu alat marketing Logitech 502 adalah pengaturan mouse untuk beradaptasi dengan permukaan yang berbeda-beda. Jadi jika kamu sedang menggunakan mousepad maka kamu dapat mengubah agar mouse teroptimisasi dengan mousepad tersebut, sama halnya dengan permukaan meja biasa dan permukaan lain. Awalnya saya hanya menganggap bahwa ini sekedar gimmick yang pada prakteknya tidak pernah terpakai, sampai saya sendiri dihadapkan kepada situasi di mana saya harus menggunakan mouse ini di atas kaca dan ternyata Logitech 502 tidak bisa. Saya sedikit kecewa namun tidak terlalu besar, karena siapa juga yang akan menggunakan mouse di atas kaca secara berkala bukan? Karena saya penasaran maka saya menggunakan fitur adaptasi permukaan dan mouse tiba-tiba bisa digunakan di atas kaca. Oke untuk kali ini saya salah, fitur ini ternyata memang benar berguna secara praktis.

Logitech Pemberat

Logitech 502 juga dilengkapi dengan pengaturan pemberat yang fleksibel. Ada beberapa formasi yang dapat kamu atur seperti menitikberatkan kepada gerakan vertikal, horizontal, terpusat di tengah mouse, atau berpencar di sekeliling mouse. Sejujurnya saya tidak terlalu memusingkan hal ini, tanpa pemberat Logitech 502 terasa terlalu ringan dan setelah menaruh 2 besi di bagian kiri dan kanan saya mendapatkan konfigurasi yang menurut saya sudah sempurna untuk saya.

Dari seluruh mouse yang pernah saya miliki, Logitech 502 adalah salah satu yang paling imbang. Performa game terbilang di atas rata-rata dan ketika di ajak dalam penggunaan sehari-hari, mouse ini juga menyediakan banyak tombol dengan customization yang dalam namun tidak membingungkan. Saya menghargai fakta bahwa Logitech tidak meminta uang kita untuk memperlengkapi Logitech 502 dengan berbagai fitur tidak penting (gimmick), sebaliknya mereka berfokus kepada kualitas laser yang baik dan fitur yang memang terpakai. Totally Recommended!

 

sukasuka - gameinasia

folder_openAssigned tags
content_copyCategorized under

About author

Post Terkait

Submit an comment

info_outline

Your data will be safe!

Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.